Rutan Jogja Hadiri Penutupan Pelatihan dan Peningkatan Kemampuan Petugas dalam penanganan WBP Terorisme

 

Yogyakarta_Pada hari ini, Kamis (04/07), Rutan Kelas IIA Yogyakarta menghadiri kegiatan penutupan Pelatihan dan Peningkatan Kemampuan Petugas Pemasyarakatan dalam penanganan Warga Binaan Tindak Pidana Terorisme. Kegiatan ini berlangsung di The Rich Hotel Jogja. Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan petugas dalam menghadapi ancaman dari warga binaan yang terlibat dalam tindak pidana terorisme.

 

Pelatihan ini berlangsung mulai dari tanggal 2 Juli sampai dengan hari ini 4 Juli 2024, di mana para peserta diberikan berbagai materi yang relevan, mulai dari Pengantar Metode Pelatihan, Kebijakan dan Strategi dalam Penanggulangan Terorisme, Membangun Jaringan Intelijen bagi Petugas Pemasyarakatan dalam Penanganan Napiter, Strategi Penguatan Nasionalisme dan Ideologi Pancasila terhadap Napiter, Strategi Deradikalisasi dalam Lapas oleh BNPT, Teknik Wawancara Napiter dengan Pendekatan Psikologi Humanis, Mengurangi Faktor Ketertarikan, Niat & Kapabilitas dalam Proses Deradikalisasi Napiter dan Klien Terorisme, Keamanan Dinamis dan Prosedural dalam Mendukung Ketahanan Petugas Terhadap Ekstremisme Berbasis Kekerasan, dan ditutup dengan materi Peran Ditjen PAS dalam Penanganan Napiter di dalam Lapas yang disampaikan langsung oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan.

Kepala Rutan Yogyakarta, Bapak Ahmad Suryanto, menyampaikan “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Pelatihan ini memberikan bekal yang sangat berharga bagi petugas,” ujarnya. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para petugas pemasyarakatan yang telah mengikuti program tersebut dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah mereka peroleh dalam tugas sehari-hari, sehingga dapat menciptakan lingkungan penjara yang lebih aman dan kondusif serta mendukung upaya deradikalisasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan tindak pidana terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *